Dalam rangka mengembangkan literasi dan keterampilan guru dalam berkomunikasi dengan anak didiknya serta mengenal proses pendidikan anak sekolah dan prasekolah di Finlandia, Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) UII menggandeng  Pusat Kajian Anak dan Keluarga (PUSKAGA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan menggelar Seminar bertema “Keterampilan Komunikasi dan Literasi pada Anak Prasekolah dan Sekolah Dasar” pada Kamis, 7 Jumadil Awal 1441 H/2 Januari 2020 di ruang auditorium FPSB UII lt. 3.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta terdiri dari para praktisi pendidikan anak, guru PAUD/TK/SD, orangtua, pemerhati anak, pelajar, mahasiswa hingga dosen tersebut menghadirkan Marja Houessou (Early Education Teacher in Finland),  Hanna Järvelin (Elementary Education Teacher & CEO Hihappening Ltd.) dan Dea Viinikainen (Managing Director of Findolainen Business Hub Ltd.) sebagai narasumber.

Dipilihnya para pembicara dari Finlandia bukanlah tanpa alasan. Melainkan Finlandia memang terkenal memiliki pola atau metode pendidikan terbaik yang dikenal dengan “belajar melalui bermain”. Beberapa contoh video kegiatan yang diputar oleh para pemateri pun menunjukan bagaimana mereka mengajarkan atau menumbuhkan rasa sosial (tolong menolong) pada anak hanya melalui sebuah permainan yang sangat sederhana, yakni susur tali. Bahkan, saat mereka beraktivitas di luar (dalam video aktivitas dilakukan di hutan), anak-anak juga bisa belajar matematika secara menyenangkan dengan mengumpulkan sesuatu menyerupai tali berwana  merah bersama-sama sambil dihitung (belajar berhitung). Guru menjadi kunci penting bahwa „my teaching is motivation“ agar anak merasa senang belajar dan guru pun merasa bahagia mengajar anak-anak di sekolah. Anak-anak sekolah dikenalkan dengan online edugame „Oo‘s Life“ untuk meningkatkan motivasi anak agar gemar membaca.

Dari kegiatan tersebut peserta diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar di Finlandia, mengetahui bagaimana cara membantu memberikan keterampilan komunikasi dan literasi kepada anak sedini mungkin (baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga) melalui motivasi membaca (reading is fun). Di akhir sesi, peserta diharapkan mengetahui bagaimana mengelola sebuah lembaga pendidikan usai dini dan manajemen kelas sesuai tahap perkembangan anak. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dalam wujud kerjasama antar institusi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *