Workshop Pembuatan SOP & Action Plan dilaksanakan di Hotel Horison Palembang pada tanggal 19-21 Juni 2019.  Workshop diawali dengan pemaparan materi SOP dan Action Plan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan SOP serta Action Plan. Draft pembuatan SOP serta Action plan selanjutnya akan direview pada saat pendampingan kedua.

Pendampingan Business Plan dan Business Model Canvas merupakan agenda lanjutan dari workshop 1, acara ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 Mei 2019 di Balai Besar Kulit,

Karet, Plastik Yogyakarta. Pendampingan bersama dilakukan kepada 3 inkubator bisnis teknologi area Jogjakarta-Solo meliputi IBISMA UII, IB UNS, Inkubator Balai Besar Kulit, Karet, Plastik, dengan pendamping Bapak Dr. Ferry Ramadhan, Bapak I Wayan Dipta, serta Bapak Deva Primadia A. Kegiatan ini diawali dengan pemaparan draft Business Plan dan Business Model Canvas oleh masing-masing inkubator dilanjutkan dengan penyempurnaan laporan sesuai masukan yang diberikan oleh pendamping. Hasil perbaikan pendampingan dari materi BP dan BMC untuk IBISMA UII diantaranya:

  1. Fokus bidang; Fokus bidang IBISMA UII yang telah disepakati yaitu Bidang Energi dan Industri Kreatif
  2. Visi dan Misi Visi IBISMA UII adalah menjadi inkubator bisnis teknologi yang unggulan dibidang Energi dan Industri Kreatif di DIY & JATENG pada tahun 2025.
  3. Misi IBISMA UII adalah menyeleksi tenant yang potensial di bidang Energi dan Industri Kreatif, menginkubasi Tenant Secara efektif & efisien, menjalin kerjasama dengan stakeholder IBT di Indonesia, menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM Pengelola secara berkala, dan menyediakan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi.
  4. Tujuan Strategis IBISMA UII adalah melahirkan startup berbasis teknologi di bidang energi dan Industri Kreatif yang berkelanjutan, menghilirisasi hasil invensi di lingkungan UII terkait inovasi berkelanjutan yang berbasis teknologi, dan meningkatkan perekonomian di wilayah Jawa melalui peningkatan lapangan kerja/pembukaan lapangan kerja baru.

 

Kegiatan workshop I dilaksanakan pada tanggal 02-04 Mei 2019 di Hotel Gumaya Semarang. Workshop diawali dengan pemaparan materi Business Plan dan Business Model Canvas oleh pemateri, selanjutnya peserta diminta untuk menyusun Business Plan dan membuat Business Model Canvas yang akan dipresentasikan di hari kedua di kelas paralel. Draft materi Business Plan dan Business Model Canvas (BMC) selanjutnya akan disempurnakan pada kegiatan Pendampingan I di Balai Besar Kulit, Karet, Plastik

 

Pelaksanaan kegiatan kick off meeting dan pelatiham konsep inkubator bisnis teknologi dilaksanakan pada tanggal 11-14 April 2019 di Hotel JW Mariott Surabaya. Adapun agenda kick off meeting dan penandatanganan kerja sama dari lembaga induk UII diwakili oleh Bapak Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc selaku Direktur Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan/simpul tumbuh.

Selanjutnya kegiatan pelatihan konsep inkubator bisnis teknologi Peserta pelatihan ini diikuti oleh

25 inkubator bisnis teknologi, dari IBISMA UII dihadiri oleh Kepala Inkubator (Amarria Dila Sari, ST., M.Sc), Manajer Inkubator (Ahmad Syihabuddin Zankie, ST) serta Pengelola program inkubasi (Rininta Hanum, ST., M.Eng).  Adapun materi pelatihan yang disampaikan oleh narasumber antara lain: Pengertian dasar inkubator bisnis, Model dan faktor keberhasilan inkubator, Perencanaan inkubator, Manajemen pemasaran dan pemangku kepentingan inkubator, Pendanaan inkubator, Pengelolaan inkubator, Monitoring dan evaluasi, Perjanjian dan pendanaan tenant, Komersialisasi teknologi melalui inkubasi, serta Inkubator agribisnis. Dalam pelatihan juga terdapat kegiatan diskusi sehingga para peserta dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai KPI inkubator bisnis. Pada pelatihan kali ini juga terdapat sesi pre-test dan post-test.

Inkubator Bisnis Mahasiswa (Ibisma) Universitas Islam Indonesia (UII) baru-baru ini mengadakan workshop membuat website bagi bisnis dan UMKM. Kegiatan yang diadakan di the Growth Hub Building (Bookstore lantai 3) pada Senin (25/3) itu diikuti kalangan dosen, mahasiswa maupun staf UII. Peserta sudah harus siap dengan website bisnis mereka masing-masing di akhir pelatihan

Dalam paparannya, Akbar Faisal selaku pemateri workshop menyampaikan bahwa website merupakan hal penting dalam membangun suatu bisnis karena mampu memberikan kesan pertama pada pelanggan. “Tingkat kepercayaan pelanggan akan cenderung lebih tinggi kepada bisnis yang mempunyai website.” Tambahnya.

Selanjutnya, website juga merupakan etalase berjalan karena fitur-fitur di dalamnya jauh lebih lengkap dibanding sosial media misalnya. Dan yang tak kalah penting adalah tanpa sebuah website, bisnis akan tertinggal oleh kompetitor. Faisal juga menambahkan tentang cara membuat website yang baik. “Misalnya kita punya bisnis tempat makan atau hotel, maka kita akan fokus pada layanan serta lokasi” tambahnya.

Selain itu, indikator website yang baik lainnya adalah Intuitif atau mudah diakses di semua perangkat digital, Handphone misalnya, teratur baik letak maupun konten, memberika manfaat, berfungsi, serta mudah ditelusuri.

Faisal juga menyampaikan Elemen Situs yang efektif. Beberapa elemen tersebut yaitu nama domain yang baik. Nama domain yang baik adalah nama yang belum pernah dipakai oleh perusahaan lain. “Cara untuk mengetahuinya adalah kita bisa menggunakan Whois.com. Melalui situs tersebut, kita dapat mengetahui apakah nama domain kita sudah digunakan apa belum. Kalau sudah kita juga dapat mengetahui perusahaan mana saja yang telah menggunakannya.” Jelasnya.

Elemen selanjutnya adalah tujuan situs yang jelas, desain yang menarik, meliputi layout, font, warna, gambar, serta grafis. Website yang baik juga memungkinkan pengunjung mengaksesnya dengan menggunakan telephone genggam dengan mudah.

Salah satu elemen website efektif yang tak kalah penting adalah konten yang bermanfaat untuk pelanggan. “Kita harus memposisikan diri kita sebagai pelanggan. Kita bantu mereka dengan konten kita. Misalnya jika kita menjual baju, maka kita bisa buat konten seperti tips tampil menarik di hari lebaran. Selain itu, untuk mengetahui konten yang bermafaat, kita bisa menggunkana Google Trends untuk mengetahui konten yang banyak dibutuhkan”, pungkasnya.

Hal penting lainnya dari konten adalah testimoni dari pelanggan. Selain itu, menampilkan foto atau gambar dalam konten juga tak kalah penting. (DD/ESP)

Berbagai macam inovasi terus muncul, seperti halnya pada bidang bisnis, pariwisata dan teknologi. Tidak sedikit produk inovasi ini juga muncul dari perguruan tinggi, dan bahkan dilirik oleh para investor. Hal ini tampak pada kegiatan Kunjungan Mandiri Sekuritas dan Investor ke kampus Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (28/1). Kunjungan ini merupakan rangkaian dari Mandiri Investment Forum 2019 untuk melihat langsung hasil karya Inkubator Bisnis Mahasiswa (IBISMA) dan Tim Mobil Listrik UII.

Turut hadir dalam pertemuan, Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arc., Ph.D., Direktur Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh, Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc, para investor di antaranya dari PT. Mandiri Sekuritas, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Danareksa Investment Management, MMI, Taspen dan Tocatta Capital.

Dalam sambutannya Wiryono Raharjo berharap kerjasama antara mahasiswa dengan investor dapat terjalin. Ada keberlanjutan kerjasama antara UII dengan para investor. “Sehingga mahasiswa UII khususnya mereka yang tergabung dalam IBISMA dan Tim Mobil Listrik semakin bersemangat untuk berinovasi. Mahasiswa UII lainnya juga bisa memulai berinovasi,” ungkapnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito ini, beberapa mahasiswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan inovasinya di depan para investor. Presentasi yang dilakukan oleh mahasiswa UII di antaranya menjelaskan mengenai Salakaindo, Dendeng Raden serta karya mahasiswa UII yang kini sudah mencetak berbagai prestasi baik nasional maupun internasional yaitu Mobil Listrik.

Mahasiswa UII dalam presentasinya menjelaskan gambaran umum produk inovasi, latar belakang inovasi yang dihasilkan, serta keunggulan dari inovasi tersebut. Diharapkan melalui presentasi ini para investor dapat memulai investasinya pada produk karya mahasiswa UII. Setelah kegiatan presentasi dilakukan, rombongan PT. Mandiri Sekuritas diberikan kesempatan untuk mengunjungi stand dan melihat lebih detail mengenai produk karya mahasiswa UII.

Menurut Tuti Ambarwati, perwakilan dari BPJS Kesehatan, produk hasil inovasi mahasiswa UII sangat menarik dan beraneka ragam. “Saya kaget melihat di buku profil IBISMA ada lebih dari 30 mahasiswa UII yang memiliki bisnis,” ungkapnya..

Tuti Ambarwati berharap kedepannya akan banyak investor yang berinvestasi pada produk-produk mahasiswa UII. Bukan hanya invesitor yang datang hari ini saja tetapi juga investor lain di luar sana,” imbuhnya. (NI/RS)

Geliat jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa saat ini terus meningkat. Berbagai macam produk baik jasa maupun barang terus menerus bermunculan. Kebutuhan masyarakat yang semakin variatif memotivasi mahasiswa untuk berinovasi lewat wirausaha. UII sebagai perguruan tinggi yang mendukung perkembangan wirausaha menggelar Growth Festival di Gedung Bookstore UII pada tanggal 10-12 Desember 2018.

Pada expo yang diisi oleh beberapa tenant diantaranya tenant dari IBISMA (Inkubator Bisnis Mahasiswa) UII dan dari external merupakan rangkain acara dari soft opening kantor Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh (The Growth Hub). Tampak mulai dari stand seputar kuliner, pakaian hingga teknologi. Juga terdapat pelatihan-pelatihan seputar bisnis salah satunya pelatihan product branding.

Disampaikan Amarria Dila Sari, S.T., M.Eng. selaku Kepala Divisi Pengembangan Kewirausahaan/Inkubasi Bisnis Mahasiswa (IBISMA) Growth Festival ini menjadi salah satu media bagi mahasiswa yang memiliki usaha untuk memasarkan jenis produk yang ditawarkan. Harapannya melalui expo ini mahasiswa semakin giat dalam mengembangkan jenis produk yang ditawarkan. “Selain meningkatkan inovasi pada produknya, juga menjadi sarana mempertemukan aliansi di bidang usaha, pemerintah, akademisi hingga asosiasi pengusaha,” ungkapnya.

Growth Festival ini adalah agenda dari The Growth Hub yang merupakan bentuk implementasi dari hibah ERASMUS Plus dan GITA Project (Growing Indonesia a Tringular Approach) yang didapatkan UII dengan konsep Toward Entrepeneurial University. Mulai dari fasilitas, kurikulum mata kuliah yang berisi program pengembangan kesempatan pembelajaran inovatif hingga memungkinkannya mahasiswa dan stakeholder mengembangkan jaringan di lingkungan yang aman akan tersedia di The Growth Hub. (ENI/RS)

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. meresmikan Kantor Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh yang berlokasi di Gedung Bookstore, Kampus UII Terpadu, Jl. Kaliurang Km. 14,5, Sleman, pada Senin (10/12). Keberadaan kantor ini mempertegas komitmen UII untuk mencetak wirausahawan muda yang memiliki kelebihan dalam inovasi bisnis dan profesionalisme, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi bangsa.

Disampaikan Fathul Wahid kepedulian UII terhadap bidang pengembangan kewirausahaan dan juga UMKM sudah dimulai cukup lama. Hingga saat ini UII juga telah memiliki desa binaan untuk mengembangkan wirausaha dan UMKM. “Mulai periode 2018 ini, UII membentuk Direktorat baru yang bernama Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan atau Simpul Tumbuh,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan Fathul Wahid, pendanaan untuk pengembangan kewirausahaan berasal dari dana hibah Uni Eropa, ERASMUS Plus & GITA Project (Growing Indonesia a Triangular Approach) yang diimplementasikan dengan nama The Growth Hub. ”The Growth Hub meliputi tiga hal, Pertama, Enterprise Creation yang merupakan salah satu kegiatan menciptakan usaha baru yang pernah juga dilakukan oleh UII namun dengan nama Inkubator Bisnis Mahasiswa (IBISMA),” paparnya.

Berikutnya yang Kedua, Business University Collaboration atau membangun aliansi strategis antara Universitas dengan mitra industi, pemerintah dan lain sebagainya. Karena dengan dilakukannya kolaborasi ini akan berdampak sinergis. Ketiga, The Curriculum atau pengembangan kurikulum dengan memasukkan kewirausahaan menjadi salah satu mata kuliah yang berisi program pengembangan kesempatan pembelajaran inovatif. “Dengan adanya mata kuliah ini diharapkan para mahasiswa bisa membuat sebuah inovasi, membuat sebuah hal baru dan bisa laku di masyarakat,” ungkap Fathul Wahid.

Sementara disampaikan Direktur Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh, Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc., Direktorat yang dipimpinnya telah menjalin jejaring nasional dan internasional. Jejaring nasional dengan TRIZ yang dipimpin Dr. Risdiyono, sedangkan jejaring internasional dengan MyTRIZ (Asosiasi Inovasi Malaysia). Dalam Conference and Competition PESTARIZ 2018 di Malaysia pada 30 November 2018, Tim dari UII yang bernama Tim 109 berhasil memperoleh penghargaan dan mendapatkan hadiah sebesar RM 3,000.

Tim109 yang beranggotakan Paryana, Rahmat Riza, dan Arif Wismadi, mensinergikan dua disiplin ilmu yang spesifik, yang seolah sangat berbeda yaitu Industri Perusahaan (Fakultas Teknologi Industri) dan Industri Konstruksi (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan). (RRA/RR)

Digitalisasi bisnis para era sekarang ini sangat dibutuhkan mengingat perilaku pelanggan yang makin akrab bertransaksi online. Bertalian dengan hal tersebut, Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahan/Simpul Tumbuh UII bekerjasama dengan Gapura Digital menyelenggarakan “Workshop Handal Digital” pada hari Jumat (7/12). Workshop yang bertempat di Gedung Bookstore UII lantai 3 menghadirkan materi pembuatan Iklan dengan Google Ads yang disampaikan oleh Fuad Fauzi dan pembuatan iklan dengan video branding di youtube yang disampaikan oleh Akbar Faisal. Turut hadir Amaria Dila Sari SE., MSc selaku Kepala Divisi Pengembangan Kewirausahaan.

Pada kesempatan ini, Fuad Fauzi menyampaikan alur berfikir ketika ingin beriklan. “Yang pertama kali yang harus kita pikirkan pertama kali adalah kita ketahui dulu keyword apa yang mau kita gunakan untuk beriklan” ungkapnya. Kemudian ia menyampaikan ketika ingin mengiklankan produk di google ads, yang menjadi kunci titik temu antara pebisnis dengan potensial customer adalah keywords atau kata kunci yang diketikkan di google.

“Alurnya yang pertama kita petakan dulu kuncinya yang disebut keyword mapping, kemudian yang perlu kita lakukan kedua adalah keyword research yaitu untuk mengetahui seberapa tinggi persaingannya” ungkapnya.

Kemudian materi dilanjutkan oleh Akbar Faisal mengenai pembuatan iklan dengan video branding di youtube. Dalam materinya ia menyampaikan keunggulan pembuatan iklan di youtube antara lain khas, dapat dibagikan, dan dapat diulang. “Keunggulan membuat iklan dengan video branding di Youtube antara lain khas yaitu membantu membuat pesan anda diperhatikan, dapat dibagikan yaitu membuat orang lebih cenderung membicarakan atau membagikan video anda, dan dapat diulang yaitu membantu merampingkan produksi mulai dari fase konsep” ungkapnya.

Amaria Dila Sari SE., MSc turut menambahkan workshop ini bertujuan agar para pemilik UKM, start up dan komunitas wirausaha dapat membuat iklan secara digital dan mendigitalisasi UKM. “Harapannya dengan diiklankan secara digital akan lebih banyak yang melirik, karena jika tidak diiklankan secara digital target pasarnya terbatas” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan harapan setelah diselenggarakan workshop ini yaitu dapat mengimplementasikan tata cara mendigitalisasi bisnis sehingga bisnisnya semakin berkembang dan menghasilkan jaringan antara civitas akademika UII dan kalangan wirausahawan. (AR/ESP)

Semakin disadari, Inovasi tidak hanya muncul pada masalah teknologi yang dilakukan oleh perusahaan besar. Inovasi telah menjadi hal penting bagi usaha dengan kategori kecil. Dengan Inovasi, juga dapat membantu perempuan memperkuat daya saing dan keunggulan baik secara pribadi maupun usahanya.

Topik tersebut melatarbelakangi diselenggarakannya seminar “Perempuan dan Inovasi”, oleh Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII bersama Womenwill Google Business Group (GBG), dan Gapura Digital, pada Jumat, (23/11), di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito UII.

Hadir sebagai pembicara Istofani Api Diany dari WomenWill Lead GBG Jogjakarta, Ketua Ikatan Keluarga Ibu-ibu (IKI) UII, Nurul Indarti, dan Founder House of Lawe, Adinindyah Lawe. Jalannya seminar dipandu oleh moderator Ian Sofyan yang merupakan Founder Sahabatcempluk.

Mengawali materinya, Istofani Api Diany menjelaskan tentang keberadaan WomenWill. Ia menuturkan, WomenWill merupakan program pemberdayaan perempuan yang diprakarsai oleh Google dengan tujuan untuk membantu perempuan dan usaha perempuan dalam memajukan diri dan usaha.

“WomenWill membantu memberdayakan perempuan dan usaha perempuan melalui empat aspek yaitu Digital Literacy, Entrepreurship, Inclusive Workplace, dan Leadership,” ujarnya.

Istofani Api Diany menambahkah bahwa peran Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia sangatlah penting. “Perempuan itu banyak yang menjalankan usaha kecil, usaha kecil menengah penyumbang kira-kira 60% dari pendapatan negara dan menyerap 97% dari tenaga kerja” ungkapnya.

Lebih lanjut Istofani Api Diany menjelaskan pentingnya UKM dipasarkan secara online agar mudah ditemukan, dipilih, dan dihubungkan oleh banyak orang.

Sementara Nurul Indarti menyampaikan bahwa inovasi sudah menjadi kewajiban bagi setiap individu karna sejak manusia lahir sampai sekarang merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap alam, dan disitulah ada letak inovasi.
“Kegiatan sosial ibu-ibu di Indonesia sebenarnya kegiatan ekonomi, dan itu terjadi karna ada inovasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Nurul Indarti menjelaskan pentingnya perusahaan melalukan inovasi agar dapat terus bertahan. Dimana salah satu peluang inovasi dalam berbisnis adalah produk berbasis konten lokal. “Kalau ingin berbisnis produk itu kalau bisa berbasis konten lokal sehingga punya daya beda,” paparnya.

Jalannya seminar juga diramaikan oleh sharing dan temu komunitas bersama Susi Ambarwati (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) D.I. Yogyakarta, Yustia Donna Sita (Jogja Muslimah Preneur), Dwi Karti Handayani (Asmamitra), dan Rahayu Dwi Astuti (Asosiasi Pengrajin Perhiasan Yogyakarta). (AR/RS)