Dalam rangka mengembangkan literasi dan keterampilan guru dalam berkomunikasi dengan anak didiknya serta mengenal proses pendidikan anak sekolah dan prasekolah di Finlandia, Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) UII menggandeng  Pusat Kajian Anak dan Keluarga (PUSKAGA) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan menggelar Seminar bertema “Keterampilan Komunikasi dan Literasi pada Anak Prasekolah dan Sekolah Dasar” pada Kamis, 7 Jumadil Awal 1441 H/2 Januari 2020 di ruang auditorium FPSB UII lt. 3.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta terdiri dari para praktisi pendidikan anak, guru PAUD/TK/SD, orangtua, pemerhati anak, pelajar, mahasiswa hingga dosen tersebut menghadirkan Marja Houessou (Early Education Teacher in Finland),  Hanna Järvelin (Elementary Education Teacher & CEO Hihappening Ltd.) dan Dea Viinikainen (Managing Director of Findolainen Business Hub Ltd.) sebagai narasumber.

Dipilihnya para pembicara dari Finlandia bukanlah tanpa alasan. Melainkan Finlandia memang terkenal memiliki pola atau metode pendidikan terbaik yang dikenal dengan “belajar melalui bermain”. Beberapa contoh video kegiatan yang diputar oleh para pemateri pun menunjukan bagaimana mereka mengajarkan atau menumbuhkan rasa sosial (tolong menolong) pada anak hanya melalui sebuah permainan yang sangat sederhana, yakni susur tali. Bahkan, saat mereka beraktivitas di luar (dalam video aktivitas dilakukan di hutan), anak-anak juga bisa belajar matematika secara menyenangkan dengan mengumpulkan sesuatu menyerupai tali berwana  merah bersama-sama sambil dihitung (belajar berhitung). Guru menjadi kunci penting bahwa „my teaching is motivation“ agar anak merasa senang belajar dan guru pun merasa bahagia mengajar anak-anak di sekolah. Anak-anak sekolah dikenalkan dengan online edugame „Oo‘s Life“ untuk meningkatkan motivasi anak agar gemar membaca.

Dari kegiatan tersebut peserta diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar di Finlandia, mengetahui bagaimana cara membantu memberikan keterampilan komunikasi dan literasi kepada anak sedini mungkin (baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga) melalui motivasi membaca (reading is fun). Di akhir sesi, peserta diharapkan mengetahui bagaimana mengelola sebuah lembaga pendidikan usai dini dan manajemen kelas sesuai tahap perkembangan anak. Diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut dalam wujud kerjasama antar institusi.

Inkubator Bisnis dan Inovasi Bersama UII (IBISMA-UII) mengajak dosen, peneliti dan mahasiswa untuk menghilirisasi hasil penelitianya, hal ini disampaikan Kadiv IBISMA UII Amarria Dilasari, ST. M.Sc dalam kegiatan sosialisasi dengan tujuan penguatan inovasi dan peran kelembagaan inkubator bisnis teknologi pada jejaring internal  UII. Kegiatan yang dihadiri oleh lebih dari 50 tamu undangan civitas akademika UII diselenggarakan di Alana Hotel.

Target sosialisasi ini dihadiri oleh para Kepala Jurusan, Kepala Pusat Studi, Kepala Laboratorium, dan Kepala Departemen yang ada di lingkungan UII, harapannya dosen-dosen serta pemangku kebijakan di UII dapat mengenal, menguatkan sinergisitas dan mendukung peran inkubator dalam membentuk ekosistem startup di UII.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan lebih jauh program-program IBISMA sebagai inkubator kepada civitas akademika UII. Saat ini masih banyak hasil penelitian yang bernilai komersial hanya sampai pada hasil karya ilmiah saja, padahal produk tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Dengan sentuhan yang pas, produk tersebut mampu dijual dan bernilai komersial. Salah satu tugas IBISMA UII adalah membantu menghilirisasi produk dengan membangun start up baru, ungkap Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc. sebagai direktur Simpul Tumbuh UII

Start up adalah sebuah perusahaan rintisan baru yang biasanya masih dalam fase penelitian dan pengembangan. Dalam kontek ini maka start up butuh supporting dari berbagai pihak untuk dapat lebih cepat melaju agar bisa menjadi perusahaan yang besar. Salah satu supporting yang biasanya di butuhkan start up adalah hal pendanaan. Jika kita lihat bahwa pemerintah saat ini sedang concern untuk dapat meningkatkan jumlah start up, hal ini bisa di lihat dari anggaran yang cukup besar yang digelontorkan untuk membantu para start up, ungkap Wisono S.Kom, M.M, ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia. Lebih lanjut Wisono menyampaikan dana-dana ini tidak bisa disampaikan langsung kepada start up, butuh lembaga legal sebagai penghubung antara investor dan start up. IBISMA ini lah salah satu incubator yang bisa di jadikan partner bapak ibu sekalian dalam mengembangkan start up-nya. Silahkan membuat proposal dan ada banyak program yang bisa bapak ibu sasar untuk mendapatkan pendanaan.

Wisono, S.Kom, M.M, Ketua Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia, menyampaikan paparanya.

Pada kesempatan tersebut diberikan kesempatan kepada 3 tenant untuk mempresentasikan success story dalam program inkubasi IBISMA diantaranya tenant Zakea produk kecantikan alami, Biodisel Portable berbahan minyak jelantah, serta Masker Bioselulosa: produk masker dari bahan nata de coco. Sebelum menutup acara ini, Wisono mengupas tuntas bagaimana agar proposal kita ini dilirik oleh reviewer dan lolos didanai. Selain agenda sosialisasi ini, IBISMA UII menyelenggarakan kegiatan sebagai pemantik agar dosen, peneliti dan mahasiswa yang tertarik untuk segera merealisasikan ide bisnis dari hasil penelitianya.

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Corporate, Business & Investor Gathering 2019 di Keraton Ballroom, Hotel Mariott Yogyakarta, Jumat (22/11/2019). Gatering yang dihadiri 150 undangan ini untuk membangun sinergi antara UII dan mitra bisnis, investor serta alumni. Agenda ini terselenggara atas kerjasama antara direktorat pembinaan dan pengembangan keirausahaan (Simpul Tumbuh) dan Direktorat Pemasaran, Kerjasama & Alumni (DPKA).

Terjun ke dalam dunia usaha merupakan salah pilihan terbaik bagi lulusan UII. Karena itu, berbagai cara ditempuh UII untuk meningkatkan profil lulusan yang terbaik dalam hal kewirausahaan. Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) merupakan salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan untuk dapat mengembangkan minat dan bakatnya dalam bidang kewirausahaan. Kegiatan dengan tema “Sinergy and Sharing for Link and Match” ini bertujuan mengembangkan sinergi yang erat antara Universitas Islam Indonesia (UII) dengan para mitra bisnis, investor maupun alumni serta Stakeholder Eksternal.

Disampaikan oleh Rektor UII Fathul Wahid, Ph.D dalam sambutan bahwa ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan kegiatan. Pertama UII ingin para perusahaan dan institusi mitra dapat memberikan evaluasi terhadap para lulusan UII yang tengah bekerja di berbagai industri. Yang kedua, mendapatkan umpan balik terkait dengan kerjasama yang selama ini telah dilaksanakan antara UII dengan beberapa mitra. Dan ketiga berharap ada beberapa mitra tertarik untuk menjadi investor bagi mahasiswa binaan Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) terkait bisnis yang tengah dikembangkan. Lebih lanjut Fathul Wahid mengatakan UII yang tergabung dalam Erasmus+ terus menumbuhkan Start Up agar bisa berkembang. Saat ini, UII mendapatkan dana hibah dari Kementerian Riset Pendidikan Tinggi sebesar Rp 3,5 miliar. Start Up yang menjadi binaan IBISMA, jelas Fathul, tidak hanya berasal dari UII saja. Tetapi ada tenant dari luar UII. Menurut Fathul Wahid, UII ingin maju bersama dengan perguruan tinggi lain. “Sebagaimana ungkapan bijak, ‘Pergilah sendiri jika ingin cepat, dan pergilah bersama jika ingin jauh’,” kata Fathul.

Data terbaru berdasarkan penelusuran lulusan UII dalam lima tahun terakhir sebanyak 13 persen dari 3.000 alumni menjadi wirausaha. Karena itu, UII akan terus mengembangkan program agar dapat menumbuhkembangkan semangat dan menyalurkan minat bakat dalam berwirausaha.

Pada kesempatan tersebut, IBISMA memberikan kepada 3 tenan untuk melakukan presentasu (Pitching) di hadapan tamu undangan. Ketiga tenan ini  Ketiga startup tersebut yaitu The Keraton Care, Portabox, dan Elcreativeon.com. IBISMA juga menyelenggarakan prosesi Kelulusan Program Inkubasi Startup binaan IBISMA yang tergabung dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Start Up yang lulus adalah ALGIST (Alarm Gas Medis Digital), DENITECH (Packaging Machinery), GUDFRISCH (Susu Biofermentasi Mikroenkapsulasi), The Keraton Care (Masker Bioselulosa Phytofera), LATAL (Lampu Tenaga Air Laut), Bikin.Co (B2B Makers Marketplace), PIJAR Career (Vocational Talent Pool).

IBISMA UII menerima kunjungan Stephen Marston Rektor University of Gloucestershire, Inggris. IBISMA merupakan wujud nyata implementasi dari hibah Erasmus+ Gita Project (Growing Indonesia Triangular Approach) yang salah satu tujuannya adalah mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan kewirausahaan. Berbagai program dirancang untuk memenuhi kebutuhan para start up untuk akslerasi bisnis. Hal ini merupakan salah satu upaya UII dalam mewadahi minat mahasiswa dalam bidang kewirausahaan yang kian meningkat.

Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D. Dalam sambutannya Wiryono Raharjo menyampaikan bahwa UII berupaya meningkatkan geliat ekonomi di Indonesia dengan terus meningkatkan jumlah wirausaha potensial melalui IBISMA UII yang saat ini mengalami perkembangan tidak hanya bagi internal UII saja, namun juga pihak external UII yang tertarik dan memiliki ide untuk mengembangakannya bersama UII.

Dijelaskan Direktur Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII, Dr. Ir. Arif Wismadi, M.Sc., hadirnya IBISMA ini berawal dari program untuk mendorong pemanfaatan hasil-hasil penelitian yang di antaranya adalah program pengembangan kewirausahaan serta membangun ekosistem inovasi. Di internal UII telah kita coba dorong di setiap program studi pada pengembangan inovasi melalui kewirausahaan. Perlahan IBISMA mendapat kepercayaan dari Kemristekdikti dalam penguatan inkubator bisnis teknologi,” ungkap Arif Wismadi.

Stephen Merston terkesan dengan hadirnya IBISMAUII yang mampu memberikan dampak yang baik di sektor inovasi dan bisnis di Indonesia. Ia mengatakan peran perguruan tinggi di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi dalam perkembangan ekonomi terlebih dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki prospek yang baik jika ide-ide dan inovasi yang ada disini dikembangkan. Karena melalui inovasi dan ide-ide cemerlang akan muncul juga SDM yang gemilang,” ungkapnya.

Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA-UII) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Corporate-Incubator-Startup Collaboration: Building Entrepreneurship Ecosystem. Kegiatan ini digelar untuk merrespon perkembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa yang saat ini terus mengalami peningkatan. Terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam mengeksplorasi inovasi dan ide-ide baru untuk berwirausaha mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sehingga menjadi penting bagi perguruan tinggi di Indonesia mempersiapkan dan memfasilitasi mahasiswanya untuk terjun di bidang wirausaha. UII melalui IBISMA merupakan buah dari kolaborasi UII dengan beberapa perguruan tinggi di Asia dan Eropa dengan hibah pendanaan melalui Erasmus Git.

Tahun ini IBISMA telah menginkubasi sebanyak 22 startup berbasis teknologi dengan total pendanaan mencapai 3.5 milyar. UII juga memberikan stimulus pendanaan kepada startup yang telah diinkubasi dengan total hibah sebanyak 200 juta. Hal ini merupakan upaya UII dalam mewadahi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat wirausaha, ungkap Fathul Wahid S.T., M.Sc., Ph.D, Rektor UII dalam memberikan sambutanya pada acara tersebut. Lebih lanjut beliau menyampaikan  Harapannya melalui IBISMA ini dapat membangun ekosistem untuk wirausaha muda, terlebih mahasiswa guna meningkatkan kapabilitas wirausaha sehingga setelah lulus nanti wirausaha bisa menjadi salah satu pilihan pekerjaan yang baik.

Turut hadir yaitu Dr Ferry Ramadhan dari Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kemenristekdikti RI, Rektor UII Fathul Wahid dan Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo acara yang digelar di Alana Hotel & Convention Centre Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanannya, mempersiapkan dan mematangkan sebuah inovasi-inovasi kewirausahaan, peran inkubator di perguruan tinggi sangat penting sekali. Dikatakan Ferry Ramadhan, dalam persaingan menuju perekonomian global diperlukannya sumber daya manusia yang baik. Guna mempersiapkan SDM inilah diperlukannya inkubator bisnis yang mampu memfasilitasi mahasiswa dalam mempersiapkan hingga terbentuknya suatu perusahaan perintis (startup).

Penguatan lembaga inkubasi ini menjadi salah satu program Kemenristekdikti untuk terus berupaya menelurkan wirausaha muda yang memiliki inovasi dan nilai modal yang baik. Ferry mengatakan tidak merekomendasikan tenant yang tidak memiliki inovasi maupun nilai yang kurang.

“Dengan inovasi dan nilai modal yang baik ini, harapannya setelah satu hingga tiga tahun di inkubasi sudah bisa memiliki nilai jual yang lebih baik lagi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut berkenan hadir, Bupati Sleman Bapak Sri Purnomo. Keberadaan program inkubasi bisnis ini menjadi penting mengingat dibutuhkannya pengarahan mulai dari menyempurnakan konsep, produk dan pemasaran dan berbagai dukungan lain dalam mempercepat pertumbuhan bisnisnya, ungkap Sri Purnomo dalam sambutanya.

Sementara disampaikan Direktur IBISMA UII, Amarria Dila Sari, S.T., M.Sc., melalui proses pembangunan ekosistem kewirausahaan yang di dukung penuh oleh Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kewirausahaan / Simpul Tumbuh UII, civitas akademik UII (mahasiswa, dosen, peneliti) serta masyarakat umum dapat melahirkan startup berbasis teknologi yang siap di inkubasi oleh IBISMA dengan berbagai layanannya. Yakni pra inkubasi, inkubasi & paska inkubasi.

Pada penyelenggaraan FGD ini, juga diadakan sesi Presentasi Bisnis (Business Pitch) dari tiga startup tenant IBISMA hasil hilirisasi invensi dan inovasi yang berasal dari mahasiswa (ROGER), peneliti (Biodiesel Multikatalis) dan dosen (ZAKEA). “Hal ini diharapkan dapat menginspirasi kalangan mahasiswa, peneliti dan dosen dalam menlahirkan startup berbasis teknologi kedepannya,” ungkap Bagus Panuntun, S.E., MBA. selaku Deputy Director IBISMA UII.

Pendampingan Focus Group Discussion dilaksanakan pada tanggal 27 September 2019 yang bertempat di Alana Hotel. Focus Group Discussion bertemakan “Corporate-

Incubator-Startup Collaboration : Building Entrepreneurship Ecosystem”. Focus Group Discussion dihadiri oleh 55 orang. Focus Group Discussion kali ini melibatkan berbagai elemen mulai dari Akademisi, Kemenristekdikti, Pemerintah, Badan Sertifikasi (BPOM, LPPOM, KP2TSP, HKI), Inkubator Sahabat, Startup binaan IBISMA, dan Pers. Acara Focus Group Discussion diawali dengan pidato sambutan dari Bapak Dr. Zaenal Arifin,

M.Si. (Wakil Rektor II UII), lalu dilanjutkan dengan pidato sambutan dari Bapak Bupati Sleman Bapak Drs.H. Sri Purnomo, M.Si. sekaligus membuka secara resmi Focus Group Discussion. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan acara inti yaitu Focus Group Discussion yang dipimpin dan dimoderatori oleh Bapak  Dr. Ir. Ferry Ramadhan, M.Si., Bapak Ir. Wayan Dipta, M.Sc., dan Bapak Deva Primadia Almada, S.Psi., M.Si.

Focus Group Discussion berjalan dengan moderator memberikan pertanyaan kepada para audience mengenai peran dan fungsi dalam membuat ekosistem dan mendukung keberadaan startup. Berikut adalah beberapa uraian gagasan dari beberapa audience selama focus group discussion berlangsung. Beberapa masukan berupa gagasan dan dukungan dari mitra dapat dilihat dibawah ini:

BADAN   GAGASAN
PERBANKAN Laporan keuangan dari Startup merupakan syarat wajib jika menginingkan untuk dapat didukung oleh perbankan.
  Agunan tidak menjadi faktor utama agar dapat didukung oleh perbankan
  Surat pengutan atau dukungan agunan, agar jika terjadi masalah dalam berjalanannya sebuah bisnis dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan
  Corporate Social Responsibility lebih memungkinkan sebagai sumber pendanaan dari Startup dibandingkan dengan melakukan pinjaman dari perbankan.
Bapak Dr. Ir. Ferry Ramadhan,

M.Si

Peran Inkubator tertuang dalam UU no.11 2019 Pasal 65

Permudahan Perijinan dan legalitas perusahaan

DINAS PERIZINAN DAN

PENANAMAN MODAL

Kerjasama dalam bidang pemasaran luar negeri

Memiliki program tahunan untuk mempertemukan startup potensial dengan

Investor

BPOM Untuk perizinan kelayakan tempat dikeluarkan oleh DPPM
  Untuk pengurusan legalitas perusahaan, BPOM memberikan pendampingan untuk pengajuan persyaratan yang digunakan.
  Pengujian produk digratiskan, dan untuk yang memiliki IUMK mendapatkan diskon sebesar 50%.
LPPOM Perusahaan wajib menggunakan LPPOM
  Sertifikasi Halal maksimal 1,5 Bulan
  Narahubung : Pak Jumeri (Bagian Kerjasama dan Komunikasi)
  Update produk yang dapat disertifikasi halal dan haram LPPOM mempunyai event tahunan yaitu Halal Teknis
  LPPOM berkerjasama dengan LAB UGM
Bapak Deva Primadia Almada,

S.Psi., M.Si.

Perlunya perluasan jejaring (mempertemukan startup dengan market yang tepat)
Bapak Dr. Zainal Arifin, M.Si. Universitas            berkomitmen        mendukung           dan                 pembenahan         untuk pengembangan incubator
  Universitas mendukung pelengkapan fasilitas dukungan dalam rangka untuk program peringkatan incubator.
  Perlunya Sinergisitas antara pelaku industry, startup dan akademisi.
Direktorat Keuangan UII Inkubator perlu mempelajari pola perilaku dari startup
  Dapat mendukung produk yang terkait dengan bidang keuangan
  Membantu dalam bidang Produksi.
ADITIF Menciptakan sebuah ekosistem yang saling berkolaborasi
  ADITIF dapat membantu dalam pengembangan startup digita
  ADITIF memiliki acara tahunan Business Matching
WBA ENERGY Dapat membantu dalam mempersiapkan kesiapan enginnering di dalam

Startup

  Menawarkan kolabrasi terhadap mahasiswa yang membutuhkan pengetahuan tentang renewable energy.
  Support mentoring hingga sertifikasi
  Dapat memberikan jalur pembiayaan dari luar negeri.
  Membantu dalam standarisasi International
RS UII Sinergisitas Ilmu dan Industri melalui RS UII
  Kolaborasi

Pendampingan Business Matching dilaksanakan pada tanggal 28 September 2019 di Hotel Alana Yogyakarta. Pelaksanaan Business Matching dihadiri oleh 17 mitra dan followup dari mitra dapat dilihat pada Tabel berikut:

No Nama Calon Mitra 1 2 3 4 5 6 7
Algist Denitech Gudfrisch Keraton

Care

Latal Bikin.Co Pijar
1 Rumah Sakit UII x   x   x x x
2 PT. Mekar Abadi

Pratama

x            
3 Waroeng SS           x  
4 Meika Mart             x
5 SMKN 2 Pengasih             x
6 Hilaria       x      
7 SMKN 3 Yogyakarta   x x   x    
8 RS. Hermina Yogya x         x  
9 Maybank Indonesia   x   x   x  
10 PT. Waroeng Steak

Indonesia

  x       x  
11 Kampung Marketer     x x      
12 WBA Energy x x     x    
13 Kadin DIY   x x x      
14 RS. JIG Yogyakarta x     x x    
15 Snackin.id   x x     x  
16 Bank BPD DIY Syariah x   x   x x x
17 G45 Ventures     x x     x
  Jumlah 6 6 7 6 5 7 5

Kementrian Perindustrian sedang berupaya keras melakukan transformasi digital bagi industri kecil dan menengah (IKM) agar siap menghadapi perkembangan teknologi di era industri 4.0. Gerakan ini ditandai melalui peluncuran program Startup 4 Industry.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa langkah strategis itu sesuai dengan salah satu program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0, yakni memberdayakan IKM melalui pemanfaatan teknologi terkini
Oleh karena itu, kata Menperin, IKM diharapkan membuka diri dan berkolaborasi untuk memulai proses transformasi digital dengan bantuan startup sebagai technology provider/problem solver.
IBISMA UII sebagai salah satu inkubator dari Universitas Islam Indonesia diundang untuk ikut menyemarakan agenda “start-up tech 4.0 provider 4 IKM”. Hal ini dinilai sebagai suatu kesempatan yang strategis bagi IBISMA yang menaungi 22 tenant yang sebagian besar produk dan bisnisnya memanfaatkan teknologi.

Kami mengapresiasi dengan baik undangan ini, IBISMA menjadi salah satu partner inkubator Kemenperin. Kesempatan ini kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar dan sebagai salah satu peluang dalam membangun jejaring untuk tenant kami berkembang kedepan. Ungkap Ahmad Syihabuddin Zankie, Manajer IBISMA.

Kedepan IBISMA akan terus bergerak untuk meng-inkubasi tenant potensial khususnya di lingkungan Universitas Islam Indonesia dan masyarakat secara umum.

Workshop Pembuatan SOP & Action Plan dilaksanakan di Hotel Atria Gading Serpong pada tanggal 8-10 Agustus 2019.  Workshop diawali dengan pemaparan materi FGD dan Business Matching, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan FGD serta presentasi oleh perwakilan tenant. Tenant IBISMA UII diwakili oleh David A, selaku CEO dari tenant ROGER.

Pendampingan SOP & Action Plan dilaksanakan pada tanggal 25-26 Juli 2019 di inkubator UNS Solo. Hasil pendampingan SOP dan Action plan adalah sebagai berikut.

SOP IBISMA UII

IBISMA UII pada pendampingan ini menyusun 11 SOP perbaikan dari 4 SOP sebelum mengikuti hibah, dengan rincian SOP sebagai berikut:

  1. SOP Rekruitmen Tenant
  2. SOP Kontrak Tenant dengan Inkubator
  3. SOP Kerjasama Inkubator dengan Pihak Lain
  4. SOP Pendampingan Tenant
  5. SOP Pembiayaan Tenant
  6. SOP Legal Tenant
  7. SOP Pengeluaran / Kelulusan Tenant
  8. SOP Pengelolaan Keuangan
  9. SOP Monitoring dan Evaluasi
  10. SOP Pengurusan HKI
  11. SOP Sertifikasi Izin Edar

Action Plan

No Profil Lembaga Keadaan Sekarang Target Pencapaian Nopember  2019
1a Perbaikan SK Pendirian

IBT

SK Rektor No.

2066/SK-

REK/SP/XII/2018

 

Revisi SK

Fungsi IBT yang wajib  adalah melakukan proses inkubasi untuk pengusaha pemula berbasis teknologi

1b Perbaikan SK

Pengangkatan Personalia dan Struktur Organisasi

(Spesifik)

SK Rektor No.

1638/SKREK/SE/X/2018

2)       Kepala

3)       Manager Penuh Waktu

4)       As Man Program Inkubasi,

5)       As Man Implementasi Teknologi,

6)       As Man Pengembangan Jejaring dan

Kerjasama

2 Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Business Model IBT Sudah ada Direvisi/diperbaiki

Terukur , Realistik, Prospektif, Benang merah dari Visi sampai dengan Business

Model jelas

3 Luas total bangunan untuk inkubator 424 m2 424 m2
4 Luas ruang usaha untuk tenant 280 m2 Tetap
5 Luas ruang rapat 57 m2 Tetap
6 Luas ruang pelatihan 85 m2 Tetap
7 Kecepatan jaringan internet 50 mbps 50 mbps, Tetap
8 Jumlah Tenaga Pengelola

(Kepala, Manager, dan

Asisten Manager bukan

Pengarah, Penasehat,

Administrasi, Teknisi)

5 Orang 5 orang
9 Jumlah Tenaga Penuh

Waktu

1 Orang 2 orang
10 Jumlah Tenaga

Administrasi dan Teknis, harus penuh waktu

1 Orang 2 orang
11 Jumlah SOP 5 Buah 10  buah
12 Prosedur rekrutmen tenant 3 Tahap 3 tahap : sosialisasi, desk evaluasi, wawancara
13 Jumlah tenant inwall 1 Tenant 3 Tenant
14 Rasio pendamping/tenant 1/3 1/2
15 Jumlah proposal yang didanai lembaga pendanaan 3 Proposal 7 Proposal
16 Strategi eksit tenant Belum Ada Ada dalam SOP dan dilakukan
17 Jumlah income yang diciptakan inkubator/jumlah total income 50% 66%
18 Keanggotaan forum AIBI AIBI
19 Keikutsertaan Program

PPBT 2020 (Pengajuan

Proposal Tenant)

7 Proposal Tenant

PPBT

8 Proposal Tenant PPBT

Universitas Islam Indonesia (UII) mendapat kunjungan dari Prof. Neil Towers dan Nadine Suklowski dari University of Gloucestershire, Inggris pada Senin (24/6). Kunjungan tersebut dalam rangka mengevaluasi capaian dan perkembangan UII terkait pelaksanaan program Erasmus+ GITA (Growing Indonesia a Triangular Approach).

Erasmus+ GITA merupakan program peningkatan kapasitas kewirausahaan sivitas akademika UII. Program ini dijalankan untuk mendorong program-program Inkubasi Bisnis Mahasiswa (IBISMA) dan menguatkan kurikulum yang fokus pada kewirausahaan. Dimulai di UII pada tahun 2018 dan tahun ini merupakan tahun kedua untuk mengevaluasi perkembangan program yang sudah dijalankan selama satu tahun ini.

Dalam acara kunjungan ini pula disertai oleh berbagai macam stand yang menampilkan jenis wirausaha yang dijalankan oleh para mahasiswa UII mulai dari yang mendapatkan pendanaan dari IBISMA sampai jenis wirausaha yang mendapatkan pendanaan dari KEMENRISTEKDIKTI (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi).

Dalam kesempatan ini, Bagus Panuntun SE., MBA., CFP., CWM., CSA. (Deputi Direktur IBISMA) mengungkapkan bahwa acara kunjungan ini merupakan bentuk hibah yang diberikan oleh Uni Eropa yaitu hibah Erasmus+ GITA yang berfokus pada pusat kewirausahaan di Indonesia. Pada saat ini terdapat tujuh Universitas di seluruh Indonesia yang menjalankan program hibah tersebut.

“Fokus dari hibah ini adalah bagaimana kampus bisa berperan untuk menciptakan pusat kewirausahaan dan aktivitas tersebut itu bisa masuk sampai level kurikulum”, tukasnya.

Sementara itu, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D (Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan) mengungkapkan bahwa manfaat dari program hibah ini adalah menguatkan jiwa wirausaha kepada mahasiswa. “Entrepreneurship itu kan bagian dari survival mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha akan menjadi lebih memiliki kekuatan untuk bertahan”, jelasnya.

Ia juga menyampaikan program ini merupakan kerjasama antara Indonesia dan Uni Eropa sehingga dengan masuknya UII di lingkaran diharapkan semakin menguatkan proses internasionalisasi UII. (IG/ESP)