Selamat datang buat kalian Generasi Z di kampus Universitas Islam Indonesia, Universitas Swasta terbaik Nomor 1 di Indonesia berdasarkan Kemenristek Dikti RI (2018). Dengan status kalian saat ini yang sudah bukan siswa lagi, maka kedewasaan dan kemandirian kalian sudah semakin diperlukan agar bisa sukses menempuh masa perkuliahan & merencanakan masa depan kalian, termasuk didalamnya tentang merencanakan keuangan sejak dini.

 

Siapa yang tidak ingin sukses & kaya di usia muda? Bahkan orang terkaya ke-5 di dunia (Forbes, Juni 2018) adalah seorang pemuda berusia 34 tahun, Mark Zuckerberg. Pendiri Facebook ini memiliki kekayaan sebesar 1.049 trilyun rupiah. Dan seorang pemuda Indonesia yang bernama Nadiem Makarim (34 tahun) memiiki kekayaan sebesar 70 trilyun rupiah (2018). Dalam melalui masa mudanya, mereka tentu tidak dengan bersantai-santai, namun mereka persiapkan perencanannya dengan sangat fokus, detail & sedini mungkin.

 

Sebelum kita ngobrol soal perencanaan keuangan, maka paling tidak kalian perlu ketahui karakteristik dari generasi yang lahir antara tahun 1996-2010 ini (Generasi Z). Iyaa.. kamuuu… Bukan generasi Baby Boomers (1946-1964) seperti kakek nenek kalian, bukan pula Generasi X (1965-1976) seperti bapak ibu kalian, bahkan bukan pula juga Generasi Milenial (1977-1995) seperti bapak ibu dosen ataupun om tante kalian.

 

Karakteristik pertama yang paling dominan dari Generasi Z adalah menghargai keberagaman, sehingga kita bisa melihat begitu banyaknya anak muda yang sangat kreatif dan menekuni berbagai bidang pekerjaan yang tidak pernah terbayang ada di jaman bapak/ibu dosen kalian, tapi pastinya bisa mendatangkan penghasilan yang tinggi juga. Karakteristik kedua adalah berani menjadi agen perubahan. Hal ini terlihat dari begitu banyaknya anak-anak muda yang sangat berani mengambil risiko, yang jauh dari kemapanan menjadi sociopreneur demi mewujudkan cita-cita idealisnya bermanfaat bagi masyarakat. Karakteristik ketiga adalah berorientasi pada target, hal ini bisa menjadi positif tapi juga bisa negatif. Jika kalian tidak sabar untuk menjalani prosesnya, terkadang jalan pintas menjadi solusi terbaik, tapi positifnya adalah jika kalian sudah tentukan satu titik.. iyaaa.. titik itu… semoga kalian bisa lebih mudah meraih bintang kesuksesannya karena tahu tujuan yang ingin kalian tuju.

Anak jaman now (Generasi Z) ini memang beda, mereka sudah ingin menjadi pengambil keputusan bagi dirinya sendiri. Kalau gak percaya..?? yuk mari kita buktikan…. Sebagian besar dari kalian pasti mengakses informasi lewat media sosial (35,2%), browser (26,1%) dan Messenger (14,1%), baru sisanya menggunakan cara konvensional. Aplikasi yang pasti terpasang di handphone kalian adalah Instagram (54,2%), Line (45,4%), Google (42,1%) dan Youtube (39,4%). Perangkat elektronik yang selalu kalian gunakan handphone (89,1%) dan Laptop (5,2%). Dalam proses pengambilan keputusan juga terlihat bahwa diri sendiri (62%) lalu orang tua (27,9%) dan saudara kandung (7,5%). Jadi bagi anak jaman now, memang sudah saatnya kalian belajar dewasa dan mandiri, serta cermat dalam belajar mengambl keputusan demi masa depan kalian.

 

Salah satu tips paling mendasar buat kalian yang ingin membuat perencanaan keuangan yang komprehensif adalah kalian harus mampu membedakan antara Kebutuhan dan Keinginan. Kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi, karena bila tidak terpenuhi, maka kalian tidak bisa bertahan hidup. Sedangkan keinginan adalah hal/benda/barang yang tidak diperlukan untuk bertahan hidup, namun hanya memberikan tambahan kenyamanan dan kenikmatan hidup. Dan jika kita renungkan perbedaannya, dimana kebutuhan itu bersumber dari fitrah manusia, memberikan hasil berupa kemashlahatan, diukur berdasarkan fungsinya, sifatnya objektif dan jika menurut tuntunan Islam harus dipenuhi. Sedangkan keinginan bersumber dari nafsu manusia, menghasilkan kepuasan, diukur berdasarkan selera dan sifatnya subjektif, dan menurut tuntunan Islam hal tersebut harus dikendalikan. Jadi yuk mari kita coba pilih dan pilih dari sekian banyak pengeluaran bulanan kalian selama ini, kita identifikasi, yang mana yang merupakan kebutuhan dan yang mana merupakan keinginan. Kendalikan jenis pengeluaran kalian yang bersifat keinginan dalam urutan prioritas sesuai dengan keadaan dompet kalian.

 

Oleh: Bagus Panuntun SE, MBA, CWM®, CFP®, CSA®. (Financial Planner & Wealth Manager)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *