Di tengah pesatnya penyebaran virus COVID-19 di Indonesia, menyebabkan dampak perubahan yang luar biasa terhadap model bisnis dan proses bisnis pada UMKM. Dalam keadaan harus #dirumahsaja orang-orang dihadapkan dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk kemana- mana dan hanya dapat melakukan kegiatan dengan sistem remote. Perubahan drastis Customer Behavior ini tentu saja harus disikapi kritis oleh pelaku bisnis UMKM.

Pelaku Bisnis dapat melakukan strategi marketing digital sederhana ini agar bisnisnya tetap dapat mengalir mengikuti perubahan. Kuncinya adalah, jadikan segala perubahan ini sebagai konten dan media komunikasi kepada Customer. Sosialisasikan semua perubahan yang terjadi lewat akun-akun media sosial bisnismu.

  • Perubahan jam operasional

Dalam kondisi seperti sekarang ini sah-sah saja untuk mengubah jam operasional yang dapat disesuaikan dengan kondisi internal perusahaan. Tidak menutup kemungkinan ada beberapa karyawan atau bahkan lokasi dimana bisnis berada diharuskan “Lock Down”, sehingga jam operasional akan berubah tidak seperti biasa. Dengan menginfokan hal ini kepada Customer via akun media sosial, makan Customer tidak merasa kehilangan bisnis Anda. Customer tetap dapat menikmati produk dan layanan dari bisnis anda walaupun jam operasional berubah.

  • Perubahan service agreement dan layanan pelanggan

Hal seperti ini dilakukan juga oleh perusahaan besar seperti Gojek dan Grab lewat layanan pesan antar makanannya. Kebijakan untuk menaruh makanan di tempat yang telah disepakati, pembayaran melalui uang elektronik, ataupun kebijakan positif lainnya dimana tidak merugikan kedua belah pihak dengan tidak perlu ada kontak fisik, sehingga minim berdampak penyebaran Virus.

  • Perubahan jadwal program kegiatan

Seandainya perusahaan sudah memiliki program sebelum adanya masa krisis ini, dan ternyata ditunda, hendaknya segera diinformasikan kepada Customer via akun – akun media sosial, contohnya kegiatan Mandiri Jogja Marathon yang diadakan oleh Bank Mandiri yang sedianya rencana dilaksanakan tanggal 28 Maret 2020, diundur menjadi bulan Agustus 2020.

  • Langkah antisipatif yang dijalankan oleh perusahaan

Penting untuk menjaga kepercayaan atau Trust dari Custemer, terutama untuk bisnis makanan. Mensosialisasikan lewat sosial media terkait protokol yang dilakukan oleh bagian produksi ataupun protokol kebersihan dan higienitas perusahaan sangat penting kiranya dilakukan.

  • Komitmen perusahaan dalam krisis

Komitmen perusahaan menghadapi krisis harus dapat dipegang oleh Customer. Konten-konten kontinuitas, protokol-protokol kemanan dan kebersihan, kualitas produk harus selalu diulang.

Krisis ini jangan sampai membuat bisnis terpuruk, justru harus memunculkan inovasi bagi para pelaku bisnis UMKM. Memunculkan produk baru dan strategi marketing baru harus dilakukan. Strategi Digital Marketing harus dapat luwes mengikuti apa yang terjadi, karena dengan posisi karantina #dirumahsaja, dunia Customer ada di dalam gadgetnya.

 

Rininta Hanum, ST., M.Eng

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *