Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia (Growth Hub UII) bersama Direktorat Kemitraan/Kantor Urusan Internasional (DK/KUI) UII menyelenggarakan Kegiatan Growth Festival 2021. Kegiatan ini merupakan kegiatan puncak dari program Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII). Selama ini, UII telah melakukan berbagai program kegiatan pengembangan kewirausahaan dan membangun ekosistem inovasi & kewirausahaan.

Scaling Deep to Scaling Up merupakan tema yang diangkat dalam kegiatan yang akan digelar beberapa hari kedepan ini. Peserta kegiatan Growth Fest UII 2021 antara lain sivitas akademika UII (Dosen, Peneliti, Mahasiswa), pelaku bisnis (UMKM & Startup), komunitas bisnis & alumni, pemerintah, media serta masyarakat umum.

Sambutan

Kegiatan Pengembangan Kewirausahaan

Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor UII dalam sambutannya mengemukakan alasan UII mengembangkan kewirausahaan. Pertama, untuk meningkatkan relevansi atas kehadiran UII di tengah bangsa Indonesia bersama dengan masyarakat, berharap hal ini bisa menghadirkan banyak manfaat dan ujungnya adalah membuat dampak di tengah masyarakat. Kedua, dengan semangat entrepreneurial harapannya bisa menjamin keberlangsungan, sehingga manfaat dan dampak yang didapatkan dapat berumur panjang. “Pendekatan yang kami lakukan adalah melakukan akselerasi. Kita sudah lama berdiskusi dan nampaknya lingkungan menuntut kita untuk mempercepat proses-prosesnya,” ujarnya. UII sadar, supaya hal itu bisa berjalan dengan baik maka kolaborasi dengan berbagai pihak harus dikembangkan. “Kami berharap dengan kolaborasi yang kuat dan saling menguntungkan ini akan mempererat hubungan yang ada. Hal itu akan mempercepat ikhtiar baik yang sudah dimulai bersama-sama,” harapnya.

Pembukaan

KGPAA Paku Alam X

KGPAA Paku Alam X mewakili Gubernur DIY secara resmi membuka penyelenggaraan Growth Festival 2021. Membacakan sambutan Gubernur DIY, disampaikan KGPAA Paku Alam X bekal kewirausahaan sangat penting bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebagai entrepreneur masa depan. “Saya mengapresiasi upaya UII yang berkomitmen untuk aktif mendorong inovasi dan pembinaan serta pengembangan kewirausahaan untuk mahasiswa melalui Growth Festival 2021,” tuturnya.

Kondisi saat ini, sebagaimana disampaikan KGPAA Paku Alam X, lapangan usaha juga mengalami kontraksi sehingga perlu diciptakan Innovation Capacity (I-Cap) dan Entrepreneurship Capacity (E-Cap) di setiap lembaga pendidikan tinggi. Perguruan tinggi menjadi salah satu mata air bagi kemajuan industri, usaha, dan kemajuan bangsa. “Semangat ini yang harus terus kita tingkatkan. Pemerintah Daerah DIY selalu mendukung langkah dan upaya mengembangkan kewirausahaan dengan kolaborasi dengan perguruan tinggi,” lanjut KGPAA Paku Alam X.

KGPAA Paku Alam X berharap Kegiatan Growth Fest UII 2021 mampu menjadi upaya sinergitas antara UII dengan pemerintah serta stakeholder dalam upaya membangun ekosistem inovasi dan kewirausahaan regional, di lingkungan DIY khususnya.

Keynote Speech

Destri Anna Sari, S.H

Destri Anna Sari, S.H. Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Kementerian Koperasi dan UKM RI menyampaikan materi keynote speech Menteri Koperasi dan UKM RI. Dalam materinya mengemukakan bahwa pada masa pandemi sekarang ini, UMKM sangat terdampak, padahal UMKM merupakan tulang punggung dalam perekonomian negara. Dimana 65,4 juta UMKM menyerap 119 juta tenaga kerja dan 61% PDB nasional.

Disampaikan Destri Anna Sari, rasio kewirausahaan Indonesia baru sekitar 3,47%, dan ini cukup rendah dibanding Singapura yang mencapai 8,76%, Thailand mencapai 4,26% serta Malaysia mencapai 4,74%. Karenanya pendidikan dan pengenalan kewirausahaan harus dilakukan sejak dini. Sebanyak 82,55% UMKM belum memiliki kualitas kewirausahaan. “Kami memiliki target rasio kewirusahaan akan naik sebesar 3,55% pada akhir tahun ini dan mencapai 4% di tahun 2024, dengan pencapaian target dilakukan melalui penciptaan wirausaha muda yang inovatif, berkelanjutan dan menciptakan lapangan pekerjaan,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikan, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan program-program untuk pengembangan dan peningkatan kewirausahaan, seperti pengembangan ekosistem bisnis, konsultasi bisnis dan pendampingan, pengembangan teknologi informasi dan inkubasi usaha, pembiayaan wirausaha, serta pemetaan data, analisis dan pengkajian. “Tahun ini IBISMA UII menjadi salah satu penerima program tersebut,” tuturnya.

Destri Anna Sari juga menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Koperasi dan UKM juga tengah mendorong digitalisasi dan pembiayaan agar berperan lebih strategis lagi dalam perekonomian nasional. Perguruan tinggi berperan penting dalam memajukan perekonomian rakyat, setidaknya dengan mendorong spin-off kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya hal ini menjadi PR besar yang tentunya tidak dapat dilakukan sendiri, butuh kolaborasi multipihak, khususnya terkait penciptaan wirausaha-wirausaha muda. “Mari terus kita perkuat semangat kolaborasi dalam mengarusutamakan peran UMKM dalam perekonomian nasional,” pesan Destri Anna Sari.